The
Boys Of Heaven
bY
: Andreas Pandiangan
PART 1 EMPAT PEMIMPI
Jadi apa yang membuat mu datang
ketempat ini ? tanya seorang komandan tentara kepada ku. Nama saya Joe saya
berasal dari salah satu desa terpencil di sumatera utara, saya memiliki tiga orang
sahabat dengan memiliki karakter dan kemampuan yang istimewa. Riki seorang
pemanjat yang handal, dia mampu memanjat segala medan sekaligus pengintai.
Remon seorang petarung yang hebat dengan postur tubuh yang gagah, Juan adalah
seorang pemburu hewan air dan darat, dia memiliki warisan dari kakeknya yang
seorang pemburu sejati, kini berubah menjadi pemburuh musuh. Diantara kami
semua aku adalah orang yang paling penakut dalam menghadapi setiap masalah
karena aku hanya mengetahui belajar saja. Didesa, kami adalah orang-orang
kebanggaan karena berkat adanya kami tidak ada lagi desa tetangga yang
mengganggu desa kami.
Kami berempat memiliki cita-cita
untuk melindungi negeri ini, karna cerita dari orang tua didesa kami mengatakan
bahwa desa kami ini adalah daerah asal dari salah satu pahlawan nasional
Indonesia yakni Sisingamangaraja. Dari kecil kami sudah terbiasa menjalani
hidup yang keras, karna para orang tua didesa kami kebanyakan adalah seorang
petani dan pejudi. Setiap pulang sekolah kami langsung keladang untuk menjaga
padi, sambil menjaga padi kami berempat berburu ikan dan slalu kami mengadakan
perlombaan siapa yang paling banyak menangkap ikan, yah slalu saja Juan yang
menang karna dia lebih paham tentang berburu, sedangkan aku hanya mendapat ikan
paling sedikit, paling banyak pernah nangkap 3 ekor ikan.
Haha, hidup didesa ini tidak begitu
buruk karna semuanya serba ada. Penduduknya juga ramah-ramah, gak ada yang gak
mau membantu. Kami setiap hari minggu pagi slalu bergotong royong demi
menciptakan suasana yang lebih nyaman lagi serta menjaga kekompakan antar
warga. Sudah hampi 5 tahun ayah ku tidak pulang kerumah, dia berkerja sebagai
buruh di kota Medan, kami semua merindukannya. Setiap pagi aku memandangi
fotonya dan berdoa agar dia cepat pulang, yah tetap saja sampai aku tamat sma
dia tidak pulang-pulang. Entah kapan bisa bertemu dengannya lagi, dirumah kami
Cuma berempat dengan Ibu, Kakek, Nenek, aku dan adik perempuan ku Jeni. Kakek
ku bilang kalo ayah kami sedang bekerja keras untuk mendapatkan uang banyak.
Hari berganti, semakin lama ditempat
kami semakin banyak perusahaan yang bermunculan dan mengubah hutan kami menjadi
kota-kota dan pabrik
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Jika ada komentar dipersilahkan, namun harap menggunakan kata-kata yang sopan