Jumat, 27 Juni 2014

The Boys Of Heaven

The Boys Of Heaven

bY : Andreas Pandiangan
            PART 1 EMPAT PEMIMPI
            Jadi apa yang membuat mu datang ketempat ini ? tanya seorang komandan tentara kepada ku. Nama saya Joe saya berasal dari salah satu desa terpencil di sumatera utara, saya memiliki tiga orang sahabat dengan memiliki karakter dan kemampuan yang istimewa. Riki seorang pemanjat yang handal, dia mampu memanjat segala medan sekaligus pengintai. Remon seorang petarung yang hebat dengan postur tubuh yang gagah, Juan adalah seorang pemburu hewan air dan darat, dia memiliki warisan dari kakeknya yang seorang pemburu sejati, kini berubah menjadi pemburuh musuh. Diantara kami semua aku adalah orang yang paling penakut dalam menghadapi setiap masalah karena aku hanya mengetahui belajar saja. Didesa, kami adalah orang-orang kebanggaan karena berkat adanya kami tidak ada lagi desa tetangga yang mengganggu desa kami.
            Kami berempat memiliki cita-cita untuk melindungi negeri ini, karna cerita dari orang tua didesa kami mengatakan bahwa desa kami ini adalah daerah asal dari salah satu pahlawan nasional Indonesia yakni Sisingamangaraja. Dari kecil kami sudah terbiasa menjalani hidup yang keras, karna para orang tua didesa kami kebanyakan adalah seorang petani dan pejudi. Setiap pulang sekolah kami langsung keladang untuk menjaga padi, sambil menjaga padi kami berempat berburu ikan dan slalu kami mengadakan perlombaan siapa yang paling banyak menangkap ikan, yah slalu saja Juan yang menang karna dia lebih paham tentang berburu, sedangkan aku hanya mendapat ikan paling sedikit, paling banyak pernah nangkap 3 ekor ikan.
            Haha, hidup didesa ini tidak begitu buruk karna semuanya serba ada. Penduduknya juga ramah-ramah, gak ada yang gak mau membantu. Kami setiap hari minggu pagi slalu bergotong royong demi menciptakan suasana yang lebih nyaman lagi serta menjaga kekompakan antar warga. Sudah hampi 5 tahun ayah ku tidak pulang kerumah, dia berkerja sebagai buruh di kota Medan, kami semua merindukannya. Setiap pagi aku memandangi fotonya dan berdoa agar dia cepat pulang, yah tetap saja sampai aku tamat sma dia tidak pulang-pulang. Entah kapan bisa bertemu dengannya lagi, dirumah kami Cuma berempat dengan Ibu, Kakek, Nenek, aku dan adik perempuan ku Jeni. Kakek ku bilang kalo ayah kami sedang bekerja keras untuk mendapatkan uang banyak.

            Hari berganti, semakin lama ditempat kami semakin banyak perusahaan yang bermunculan dan mengubah hutan kami menjadi kota-kota dan pabrik

            

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jika ada komentar dipersilahkan, namun harap menggunakan kata-kata yang sopan