Sabtu, 28 Juni 2014

Motivasi Cinta dan Kehidupan

Motivasi Cinta dan Kehidupan
 bY: AP
Semua kata2 motivasi ini khusus untuk mu agar kamu lebih memaknai apa yang seharusnya dimaknai, hehe J

1.      Tentang Siapa Kita di mata Tuhan
Disuatu tempat ada rumah ibadah untuk semua orang yang doanya ingin diwujudkan, semua meminta berbagai macam doa. Ada doa yang dikabulkan dan juga ada yang tidak. Suatu waktu seorang tukang sapu berkata pada Tuhan, Tuhan biarlah aku yang mendengarkan doa setiap orang yang datang pada mu, aku merasa iba melihat mu terus mendengarkan doa2 dari semua orang. Lalu Tuhan berkata, hai hamba ku yang setia engkau tidak akan sanggup untuk memahai tentang kehidupan. Sang hamba pun menjawab,hamba sanggup melakukan semua yang Tuhan ingingkan. Kalau begitu, bersembunyilah engkau dibalik kain itu dan dengarkanlah semua doa orang dengan satu syarat jangan pernah keluar sebelum ku perintahkan, kata Tuhan. Sang hamba pun melakukan apa yang diminta oleh Tuhan.
      Suatu hari datanglah seorang saudagar yang kaya raya namun suka menghambur2kan uang. Ia meminta doa kepada Tuhan agar ia menang bermain judi. Kemudian datang seorang lagi, yakni orang miskin dan berdoa kepada Tuhan, lalu dia pergi meninggalkan tempat itu namun lupa membawa uang nya, Tuhan berilah hamba mu uang agar bisa makan, setelah selesai berdoa dia melihat uang didepannya dan mengambilnya lalu pergi dengan girang. Lalu datanglah seorang nelayan dan meminta doa,Tuhan hari ini hamba hendak berlayar, kiranya cerahkanlah hari ini, jauhkan dari marabahaya, setelah selesai berdoa sang saudagar datang kembali, dia marah besar karna tahu uang nya hilang. Lantas dia menuduh sang nelayan mencuri uang nya, terjadilah perkelahian. Karna tidak ingin melihat hal  itu, keluarlah tukang sapu dan menjelaskan semuanya dan mereka pergi. Tuhan berkata kepada tukang sapu, hai hamba ku apa yang telah kau perbuat. Dia pun berkata bahwa dia telah menyelesaikan permasalahan semua orang. Kemudian Tuhan berkata, hamba ku. Engkau tidak mengerti tentang kehidupan, seorang pengemis tadi meninggal dunia karna uang yang didapatnya diambil kembali,dan saudagar tersebut mati karna meminum banyak alcohol hasil judinya,sedangkan sang nelayan tersebut meninggal karna cuaca yang  buruk, sadarilah saat kau merelai perkelahian mereka engkau telah membunuh 3 nyawa.


2.      Tentang Cinta
Cinta merupakan hal rumit namun sangat mempengaruhi keidupan. Siapakah yang pertama kali kita cintai dihidup ini? Apakah Tuhan atau yang lain. Cinta itu hadir karna kasih, bukan kasihan. Cinta itu hadir bukan karna terbiasa, namun karna kita telah memilikinya dihati kita. Cinta yang sebenarnya adalah, dikala hati merasa kehilangan seseorang yang telah lama tak ditemui. Dia mengerti kita, dan kita mengerti dia. Sang air mata akan menetes disaat dia mencoba untuk pergi, itulah cinta. Namun kita terkadang tak menyadari bahwa,cinta itu tak pernah mengenal apa, siapa dan bagaimana, dia hanya mengenal satu kata yakni “kita”, itulah yang menjadikan semua terasa lebih indah. Terkadang cinta memang membingungkan, tak jarang setelah cinta pergi benci akan hadir, meski masih mencintai bencilah yang digunakan untuk menahan rasa cinta.
Mulai saat ini ingatlah, terkadang seseorang itu memang terasa sangat membosankan bagi kita, namun disaat kita ingin akhiri ingat untuk darimana kita memulainya. Jangan biarkan dia menangis, disaat kau biarkan dia menangis maka ada orang laing yang akan menghapus air matanya, disaat itulah anda akan menyesalinya. Bila dia hanya ingin didengar, coba katakan sesekali dengarkan aku, bila dia hanya ingin menjadikan tempat amarah, coba katakana sesekali perhatikan aku, jika dia tak pernah berubah sudahilah semua dan bersihkanlah hati mu untuk hati yang lebih baik lagi.

Continue……….
Tinggalkan jejak

(Jadi menurut mu aku belum memaknai cinta? :-/. Cinta memang tak pernah mengenal apa, siapa dan bagaimana..namun terkadang kita perlu logika untuk mengendalikan cinta agar kita tidak cinta buta J )

Jumat, 27 Juni 2014

The Boys Of Heaven

The Boys Of Heaven

bY : Andreas Pandiangan
            PART 1 EMPAT PEMIMPI
            Jadi apa yang membuat mu datang ketempat ini ? tanya seorang komandan tentara kepada ku. Nama saya Joe saya berasal dari salah satu desa terpencil di sumatera utara, saya memiliki tiga orang sahabat dengan memiliki karakter dan kemampuan yang istimewa. Riki seorang pemanjat yang handal, dia mampu memanjat segala medan sekaligus pengintai. Remon seorang petarung yang hebat dengan postur tubuh yang gagah, Juan adalah seorang pemburu hewan air dan darat, dia memiliki warisan dari kakeknya yang seorang pemburu sejati, kini berubah menjadi pemburuh musuh. Diantara kami semua aku adalah orang yang paling penakut dalam menghadapi setiap masalah karena aku hanya mengetahui belajar saja. Didesa, kami adalah orang-orang kebanggaan karena berkat adanya kami tidak ada lagi desa tetangga yang mengganggu desa kami.
            Kami berempat memiliki cita-cita untuk melindungi negeri ini, karna cerita dari orang tua didesa kami mengatakan bahwa desa kami ini adalah daerah asal dari salah satu pahlawan nasional Indonesia yakni Sisingamangaraja. Dari kecil kami sudah terbiasa menjalani hidup yang keras, karna para orang tua didesa kami kebanyakan adalah seorang petani dan pejudi. Setiap pulang sekolah kami langsung keladang untuk menjaga padi, sambil menjaga padi kami berempat berburu ikan dan slalu kami mengadakan perlombaan siapa yang paling banyak menangkap ikan, yah slalu saja Juan yang menang karna dia lebih paham tentang berburu, sedangkan aku hanya mendapat ikan paling sedikit, paling banyak pernah nangkap 3 ekor ikan.
            Haha, hidup didesa ini tidak begitu buruk karna semuanya serba ada. Penduduknya juga ramah-ramah, gak ada yang gak mau membantu. Kami setiap hari minggu pagi slalu bergotong royong demi menciptakan suasana yang lebih nyaman lagi serta menjaga kekompakan antar warga. Sudah hampi 5 tahun ayah ku tidak pulang kerumah, dia berkerja sebagai buruh di kota Medan, kami semua merindukannya. Setiap pagi aku memandangi fotonya dan berdoa agar dia cepat pulang, yah tetap saja sampai aku tamat sma dia tidak pulang-pulang. Entah kapan bisa bertemu dengannya lagi, dirumah kami Cuma berempat dengan Ibu, Kakek, Nenek, aku dan adik perempuan ku Jeni. Kakek ku bilang kalo ayah kami sedang bekerja keras untuk mendapatkan uang banyak.

            Hari berganti, semakin lama ditempat kami semakin banyak perusahaan yang bermunculan dan mengubah hutan kami menjadi kota-kota dan pabrik

            

Kehidupan Cinta


Kehidupan Cinta
By : Andreas Pandiangan

Hidup ini terasa sangat indah
Meresapi setiap kisah yang terjadi
Jangan pernah mengeluh atau menyerah
Satu detik yang terlewati memiliki arti

Lihatlah dilangit luas untuk sejenak
Renungkanlah semua tentang hidup
Rambuat akan memutih dan tulang akan retak
Disaat mimpi dan harapan menjadi redup

Hidup mu dan aku berlawanan
Berbeda karena pemikiran mereka
Entah sampai kapan kita bertahan
Bersama-sama menahan luka

Ku relakan dirimu untuk pergi
Memberikan suatu kehidupan baru
Karna disaat kau melihat mentari pagi
Senyumnya indah membuat hati terharu



Andai



Andai
By : Andreas Pandiangan

Kisah yang akan datang tak diketahui
Cerita yang terjadi haruslah digenapi

Semua berawal dari pertemuan,
Kedua bola mata saling menatap
Dan disaa itu merasuk ke hati
Hingga perasaan membawanya
Melalui arus didalam waktu

Tiada yang bisa menyangkal,
 Dan tiada juga yang bisa menjawab
Semua terjadi begitu saja

Kini yang tersisa pada diriku
Hanya andai, andai, dan andai
Karna ku tahu aku siapa
Seorang kelana yang hanya menanti harap
Harapan yang tak pernah terjawab

Kembali lagi andai, andai, dan andai
 Semua ini bermakna dikehidupan kelak
Dan yang harus dikau ketahui bahwa

Cinta ku untuk mu bukan lah andai

Aku dan Inilah Aku


Aku dan Inilah Aku
bY: Andreas Pandiangan

Dirimu adalah pedusi terindah
Yang pernah ku lihat didalam hidup ku
Disaat kau pergi sejenak
Rasa merindukan mendalam
Aku ingin kau tinggal disisi

Bukan untuk menjadi terlupa
Tapi hanya ingin tetap tersimpan
Agar aku tenang disaat nani,
Diwaktu tak bersama lagi

Takkan pernah bisa,
Ku untuk menghilangkan semua
Ingatan tentang dirimu itu

Walaupun ku coba untuk mencari
Apa kekurangan yang kau miliki
Namun itu tak mampu untuk memaksa mu

Pergi dari hati ini

Berikan Cinta



Berikan Cinta
 By : Andreas Pandiangan

Tak ku mengerti,
Apa yang tersirat kini
Mengapa terbgagi
Rasa yang suci

Indah terasa indah
Disaat itu
Berganti kini
Menjadi dilema

Kini waktu tetap berjalan,
Tuhan tolong agar tetap satu
Bersama jalani ini
Berikan cinta 

Diantara semua rasa,
Diantara semua kisah


Ku jalani semua dengan indah
Tak peduli tentang orang kata
Yang ku tahu kita bahagia
Yang ku ingin kita tetap bersama
Hingga nanti

Dia datang


Dia datang
By : Andreas Pandiangan

Ya..rasa yang tiba-tiba datang tanpa ada alasan
Bukan karna suatu syarat ataupun tuntutan
Mengalir bagaikan air
Tak satupun yang bisa menghentikannya
Tak tau kapan ia datang
Dan tak tau kapan ia pergi

Dia..
Ya..dia yang membuat tertawa
Dia yang membuat menangis
Dia yang membuat seseorang yang melakukan hal konyol
Dan dia yang membuat logika tak berjalan lagi

Aku tak tak bisa menyalahkan siapapun karna kehadirannya
Dia begitu indah..begitu manis untuk dirasakan
Dia dan logika bertengkar di jiwa ku
Karna logika ku menentang dia hadir

Sekarang aku tak ingin menentang nya
Ku biarkan logika ku untuk diam sejenak
Merasakan kehadirannya
Menikmati rasa yang begitu tulus
Aku percaya, pasti Tuhan mempunyai alasan mengapa dia datang
Dan mengapa Tuhan memilih mempertemukan kita

Mengagumi Tanpa Mencintai

Mengagumi Tanpa Mencintai
By : Andreas Pandiangan

Bahagia rasa ku, bila disamping mu
Tergenapi kekurangan dengan senyuman mu
Sesaat saja ia menghilang,
Ku mohon Tuhan kembalikan lagi
Agar aku tidak mati dengan cara ini

Terkadang semua memang indah,
Dikala tak ada lagi lara yang hadir
Namun kini yang datang ia lah
Hanya kekaguman dari mu

Tak mengapa semua berlalu,
Tak mengapa jua melupakan ku,
Tetapi, senyum mu tetaplah disitu
Senyum yang menenangkan hati
Bukanlah senyum yang penuh Tanya

Dilemma, itu pasti terjadi
Disaat hati hanya mengerti setia,
Namun tabir dalam kehidupan memahami,
Bukan hanya bisa melalkukan saja

Kerap kali semua  bernaung dalam ke bimbangan

Tentang Cinta Lelaki


TENTANG CINTA LELAKI
By : Andreas Pandiangan

Biarkanlah mereka berkata apa
Mereka tak tahu tentang hati
Bila ada maka dia akan diam
Jika tahu takkan mengubar


Tentang diriku dan semua
Jelas tak sama yah berbeda
Dengan apa yang mereka kata
Karna mereka hanya berkata

Tak mendengar dan tak melihat
Tak merasa tapi berkata...


Tuhan biarkan mereka mengerti
Kau tau dia yang aku cintai
Buat mereka memahami
Perasaaan sang lelaki
Tentang cinta lelaki

Kau mengerti mereka tidak,
Kau pahami mereka tidak
Jelaskanlah, dengan bisikan mu
Sadarkan mereka agar berhenti....

Tetap

Tetap

By : Andreas Pandiangan
Ku melihat indah wajah mu
Disaat ku terjatuh
Dari semua kisah yang ku punya
Istimewa kau hadir

Tatap mata indah itu
Luluhkan segala resah ku
Kau memberi pancaran kasih
Bukan kasihan

Kau berikan aku kisah
Kau temani aku kini


Berjanjilah kau tak akan pergi
Meninggalkan aku sendiri
Sampai akhir waktu datang
Ku berjanji akan tetap

Apalah arti semua kisah
Bila tak ada satupun bunga
Berikankah bunga itu
Agar aku tetap bersama mu

Cahaya Itu

Cahaya Itu
By : Andreas Pandiangan

cahaya itu….
Dia datang dan mencoba menyinari
Setiap sudut ruang yang kelam

Ruang yang kelam setelah dirusak
Dirusak oleh dia sang angin
Yang terasa indah disaat pertama
Berakhir dengan lara

Perlahan ruang itu mulai terang
Dengan cahaya yang menembus ruang itu
Sisa sang angin yang kelam
Kini dia telah sirna dengan cahaya itu
Kana dia telah membuka semua hal tertutup
Mengisi kehampaan seraya bernyanyi

Cahaya itu, yah cahaya itu
Dia menghangatkan raga ini. Raga yang lemah
Dan tersadar kini bahwa cahaya itu akan pergi
Pergi menuju ruang yang telah ia pilih
Cahaya itu….
Kamulah cahaya itu….

Tak Berubah

center;">
Tak Berubah

 By : Andreas Pandiangan
Mengapa  aku, menjadi gundah
Disaat engkau, hadir disisi ku
Apakah ini, yang ku rasa
Berasa indah, sungguh sempurna
Membuat ku terpana....

Walaupun terkadang, arah berlawanan
Tetapi tak berdaya, disaat kau dekap aku

Ooooohh, indah terasa indah
Disamping mu wahai pujaan hati ku
Membawa seluruh rasa
Yang tak pernah ku lakukan disaat yang lain


Mungkinkah engkau, tetap disini
Disini bersama, bersama dengan ku
Selamanya, oooh selamanya
Tak berubah tak pernah

Tentang Mu


Tentang Mu

By : Andreas Pandiangan

Kau, yah dikau yang baru dihidup ku
Hadir walau ku tahu saat ini sesaat
Namun ku harap sesaat itu akan indah
Bila hari demi hari bersama mu
Benar semua akan berakhir disaat nanti,
Walaupun hanya sekilas aku sangat senang
Karna hanya kali ini aku sedekat ini dengan wanita
Dulu aku memang pernah jatuh cinta
Namun tak seperti ini
Walau terdengarnya memang aneh
Namun semua memang nyata
Sebuah gita tercipta saat menatap mu
Aku tak tahu berapa gita yang akan ada
Bila setiap hari bersama mu
Tetaplah disamping ku
Jangan pernah membenci
Karna pada dasarnya hal itu akan membuat ku jauh
Jauh bahkan mampu melupakan mu



Genggam tangan ku saat kau terjatuh,
Ingat nama ku saat kau sedih
Jangan tutup senyum mu
Karna semua itu indah
Aku akan selalu ada untuk mu,
Walau banyak halangan didepan
Jangan meragu karna semua ada waktunya
Saat ini memang tak tepat untuk berkata
Namun lewat tulisan ini kau akan memahami
Semua dikalahkan oleh logika
Dia yang ada dihati mu
Jagalah dia, karna dilema tak pernah membebani ku
Kau harus bahagia, dan jangan lupa kan senyuman mu

J
J
J
J
J
J
J
J
J
J
J

Analisis Budidaya Tomat


ANALISIS TINGKAT PENGETAHUAN INOVASI TEKNOLOGI
BUDIDAYA TOMAT DI DESA PERMATA, KECAMATAN
PAGUYAMAN, KABUPATEN BOALEMO

Ari Abdul Rouf, Dahlan Walangadi, Muh. Rusliyadi dan
Soimah Munawaroh
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Gorontalo
Jl. Kopi No. 270 Kec. Tilong Kabila Kab. Bone Bolango Gorontalo – 96183
E-mail : ariabdrouf@gmail.com

                                                ABSTRAK

     Kajian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman/pengetahuan petani Tomat terhadap
inovasi teknologi budidaya tomat sebagai bagian proses pengambilan keputusan dalam
mengadopsi inovasi teknologi. Teknik penentuan sampel yang digunakan adalah secara sengaja
(purposive sampling) yaitu pengambilan sampel yang dipilih secara langsung berdasarkan
pertimbangan-pertimbangan tertentu yaitu 38 petani tomat peserta Gelar Teknologi
Hortikultura di Desa Permata. Analisis menunjukan secara keseluruhan pemahaman petani
terhadap inovasi teknologi budidaya tomat memiliki kategori baik dengan nilai persentase
79,93%. Dari 10 komponen teknologi yang dievaluasi, 2 diantaranya berkategori cukup
sedangkan lainnya baik. Peningkatkan pemahaman petani tomat di Desa Pertama, Kecamatan
Paguyaman, Kabupaten Boalemo melalui penyuluhan Budidaya Tomat perlu difokus pada
komponen pemasangan mulsa dan pengendalian hama penyakit secara terpadu (HPT)
mengingat pemahaman petani masih berkategori cukup.
Kata Kunci : Pengetahuan, inovasi, budidaya, tomat

PENDAHULUAN

     Pada dasarnya kebutuhan teknologi bagi setiap pengguna akan berbeda menurut karakter agroekologi setempat, tingkat perkembangan usahatani, sosial-budaya dan ekonomi petani. Dengan pertimbangan tersebut, maka pengkajian dan perakitan teknologi spesifik lokasi perlu mengacu pada persyaratan umum teradopsinya teknologi yang mencakup antara lain aspek teknis, sosial-budaya, ekonomi, dan lingkungan.           Dengan demikian, peluang teradopsinya, teknologi spesifik lokasi lebih besar dibanding teknologi pertanian nonspesifik lokasi. Salah satu bentuk penyebarluasan atau diseminasi hasil penelitian dapat dilakukan melalui kegiatan Gelar Teknologi. Gelar teknologi (technology showcase) merupakan bentuk pendekatan peragaan teknologi dalam rangka diseminasi teknologi hasil-hasil litkaji yangSeminar Regional Inovasi Teknologi Pertanian, mendukung Program Pembangunan Pertanian Propinsi Sulawesi Utara
Analisis Tingkat Pengetahuan Inovasi Teknologi Budidaya Tomat Di Desa Permatatelah teruji dan dipandang dapat dimapankan karena telah diadaptasikan sesuai dengan kondisi masalah dan kebutuhan petani dan pelaku agribisnis. Disisi lain adopsi inovasi teknologi sangat ditentukan oleh kemampuan modal manusia (pengetahuan, motivasi dan sikap) sebagai proses mental dalampengambilan keputusan untuk mengadopsi (Bulu, et al.,2009).
Kajian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan petani Tomat terhadap inovasi teknologi budidaya tomat sebagai bagian prosespengambilan keputusan dalam mengadopsi inovasi teknologi.

METODOLOGI

Penelitian dilaksanakan di Desa Permata, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo Jenis dan Sumber Data yang diambil berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari hasil wawancara terstruktur menggunakan kuisioner yang dilakukan terhadap petani responden (sampel) sedangkan Data sekunder erupakan data pendukung yang diperoleh dari dinas/instansi terkait.

Teknik Penentuan Sampel

Teknik penentuan sampel yang digunakan adalah secara sengaja (purposive sampling) yaitu pengambilan sampel yang dipilih secara langsung berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu yaitu 38 petani tomat peserta Gelar Teknologi Hortikultura di Desa Permata

Analisis Data

Data yang diperoleh adalah data kualitatif yang diberi skor, selanjutnya ditabulasi dan diolah serta di analisis secara deskriptif. Pengukuran terhadap indicator menggunakan rating scale (skala nilai). Sedangkan untuk mengukur tingkat adopsi menggunakan rumus persentase nilai dan diukur dengan garis kontinum, (Padmowihardjo, 2002)Gambar 1. Garis kontinum yang digunakan untuk mengukur tingkat adopsi
inovasi petani 0 % Jelek 25% kurang 50 % cukup 75 % baik 100 %Seminar Regional Inovasi Teknologi Pertanian, mendukung Program Pembangunan Pertanian Propinsi Sulawesi Utara Analisis Tingkat Pengetahuan Inovasi Teknologi Budidaya Tomat Di Desa Permata

HASIL DAN PEMBAHASAN
Karakteristik Responden
a. Penggolongan umur
Umur sangat berpengaruh terhadap kemampuan fisik maupun cara
berpikir seseorang. Semakin tua umur petani maka kemampuan kerjanya relatif
semakin menurun (Hadi, 1987). Hasil observasi yang dilakukan terhadap 38
petani responden menunjukkan golongan umur responden cukup bervariasi, ini
dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Penggolongan umur petani responden di Desa Permata, Kecamatan
Paguyaman, Kabupaten Boalemo.
No. Kelompok Umur (Tahun) Jumlah (orang) Persentase (%)
1. 20 – 30 16
42.11
2. 31 – 40 13
34.21
3. 41 – 50 6 15.79
4 51 – 60 3 7.89
42
42.11
Sumber : Data Primer Setelah Diolah, 2009.
b. Penggolongan Pendidikan
Pendidikan berpengaruh terhadap kemampuan cara berpikir seseorang.
Pendidikan sangat berpengaruh terhadap penerimaan teknologi yang diberikan,
makin tinggi tingkat pendidikan seseorang semakin cepat dalam proses alih
teknologi. Hasil observasi yang dilakukan terhadap 38 petani responden
menunjukkan golongan pendidikan responden dalam tiga level. Untuk lebih
jelasnya dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2. Penggolongan pendidikan petani responden di Desa Permata,
Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo.
No. Kelompok Pendidikan Jumlah (orang) Persentase (%)
1. SD 24 63.16
2. SMP 5 13.16
3. SLTA 9 23.68
38 100.00
Sumber : Data Primer Setelah Diolah, 2009Seminar Regional Inovasi Teknologi Pertanian, mendukung Program Pembangunan Pertanian
Propinsi Sulawesi Utara
Analisis Tingkat Pengetahuan Inovasi Teknologi
Budidaya Tomat Di Desa Permata
384
Tabel 2 menunjukan bahwa tingkat pendidikan sumberdaya manusia
(SDM) petani responden masih rendah, yaitu 66,67 % berpendidikan SD. Hal
ini mengakibatkan tingkat pengalihan arus teknologi berjalan lambat, sehingga
perlu peningkatan aktivitas penyuluhan. Menurut Hamundu (1997), bahwa
kemampuan petani dalam menerima hal-hal baru banyak bergantung pada
tingkat pendidikan yang mereka miliki. Agar setiap inovasi baru dapat diterima
oleh petani, sehingga harus diberikan pendidikan secara terus menerus sesuai
dengan kebutuhannya.
c. Luas lahan usahatani
Luas lahan usahatani dapat berpengaruh terhadap tingkat pendapatan
dan penerapan teknologi, semakin luas lahan garapan semakin mampu
memberikan jaminan hidup sebagai sumber pendapatan keluarga. Adapun luas
lahan usaha tani responden dapat dilihat pada Tabel 3.
Tabel 3. Luas lahan usahatani responden di Desa Permata, Kecamatan
Paguyaman, Kabupaten Boalemo.
No Luas Lahan (Ha) Responden (Orang) Persentase (%)
1. 0,25 – 0,50 31 81.58
2. 0,51 – 1,0 7 18.42
38 100
Sumber : Data Primer Setelah Diolah, 2009.
Tabel 9 menunjukan bahwa sebagian besar petani responden (31 orang
atau 81,58 persen) memiliki luas lahan garapan 0,25 – 0,50 ha. Hal ini
menunjukan bahwa luas lahan garapan yang dikelola oleh petani sangat sempit.
Tingkat Adopsi Teknologi Budidaya Tomat
a. Penyiapan Benih
Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pertanaman di
lapangan. Benih tanaman tomat yang baik adalah benih benih berasal dari
tanaman yang sehat, baik dan matang fisiologis. Hasil wawancara terhadap
petani responden di Desa Permata, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten
Boalemo, Gorontalo adalah total nilai yang diperoleh 119 sedangkan
maksimum nilai yang dapat dicapai 152 sehingga persentase nilai 78,29%
Berdasarkan hasil plot dengan garis kontinum diketahui bahwa tingkat
adopsi inovasi Penyiapan benih berada pada kategori baik dengan persentase
78,29 %. Hasil tersebut menunjukan bahwa petani responden sudah memahami
dengan baik memilih bibit yang baik.Seminar Regional Inovasi Teknologi Pertanian, mendukung Program Pembangunan Pertanian
Propinsi Sulawesi Utara
Analisis Tingkat Pengetahuan Inovasi Teknologi
Budidaya Tomat Di Desa Permata
385
b. Cara Pembibitan
Komponen selanjutnya adalah cara pembibitan. Dimana komponen ini
meliputi kegiatan penggunaan media tanam : tanah, pupuk kandang dan pasir
halus (1 : 1 : 1) serta bibit ditanam 15 - 24 hari di persemaian atau helai daun
sampai berjumlah 3-4 helai. Total nilai yang diperoleh = 123 sedangkan
maksimum nilai yang dapat dicapai 152. Presentase nilai = (123/152 X 100 %)
= 80,92 %. Hasil tersebut menunjukkan bahwa petani dalam hal pembibitan
sudah memahami dengan baik.
c. Pengolahan Lahan
Pengolahan tanah dilakukan dengan cara sempurna di bajak tiga kali
lalu di garu atau di sisir satu kali dilanjutkan pembuatan guludan/bedengan..
Nilai yang diperoleh adalah 130 dari nilai maksimum 152, sehingga presentase
= 85,53 %. Dalam garis kontour menunjukkan keterangan baik, berarti petani
masih sudah memahami.
d. Pembuatan bedengan
Salah satu komponen teknologi budidaya pembuatan bedengan di
lapangan. Petani sudah diharapkan mengetahui ukuran dan cara teknisnya.
Bedengan berukuran panjang 10-12 m, lebar 110-120 cm, tinggi 30-40 cm
(musim kemarau) dan 50-70 cm (musim hujan) serta sebaiknya arahnya
memanjang dari timur ke barat. Nilai yang diperoleh adalah 135 dari nilai
maksimal 152, sehingga presentase nilai adalah 88,82 %. Berada pada garis
kontinum baik.
e. Teknik Pemasangan Mulsa
Komponen teknologi budidaya tomat yang cukup penting adalah
pemasangan mulsa. Tekniknya meliputi waktu pemasangan, ukuran dan cara
pemasangan yang benar. Berdasarkan bahan dan cara pembuatan, mulsa dapat
dikelompokkan menjadi tiga, yaitu mulsa organik, mulsa anorganik, dan mulsa
sintetis. Mulsa organik berasal dari bahan sisa pertanian seperti jerami dan
daun-daunan. Mulsa anorganik berasal dari bahan batu-batuan dalam berbagai
bentuk dan ukuran seperti batu kerikil, dan mulsa kimia sintetis berasal dari
bahan plastik seperti mulsa plastik hitam perak (Harist, 2000). Mulsa juga
dapat mereduksi penguapan dan kecepatan air permukaan sehingga
kelembaban tanah dan persediaan air dapat terjaga (Wardjito, 2001). Nilai yang
diperoleh adalah 88 dari maksimal 152, sehingga presentase nilai adalah 57,89
%. Garis kontour menunjukkan keterangan cukup. Hal ini menggambarkan
petani cukup memahami teknik pemasangan mulsa walaupun belum terbiasa.Seminar Regional Inovasi Teknologi Pertanian, mendukung Program Pembangunan Pertanian
Propinsi Sulawesi Utara
Analisis Tingkat Pengetahuan Inovasi Teknologi
Budidaya Tomat Di Desa Permata
386
f. Penanaman
Dalam budidaya tomat penanaman dilakukan bila bibit sudah cukup
kuat bisa dipindahkan ke lahan tanam kira-kira bibit setelah ditanam 15 - 24
hari di persemaian atau helai daun sampai berjumlah 3-4 helai, Jarak tanam :
50-60 cm untuk jarak antar lubang dan 60-70 cm untuk jarak antar barisan.
Pola tanam berbentuk segitiga. Petani responden dalam tahap ini mencapai
score 135 , dengan nilai maksimal 152, sehingga presentase nilai 88,82 %
(baik) berarti petani hampir seluruhnya sudah memahami teknologi penanaman
tomat.
g. Pemeliharaan
Pemeliharaan tanaman tomat yang sesuai dengan teknik budidaya yang
dianjurkan guna memperbaiki pertumbuhan dan produktivitas tanaman harus
mendapat perhatian yang optimal dari petani. Kegiatan pemeliharaan,
penyiangan gulma, pengairan (penyiraman), pengajiran serta pengendalian
hama dan penyakit. Berdasarkan analisis nilai yang diperoleh adalah 124 dari
maksimal 152, sehingga presentase nilai adalah 81,58 %. Garis kontour
menunjukkan keterangan baik. Hal ini menggambarkan petani memahami
dengan baik pemeliharaan tomat.
h. Pemupukan
Pemupukan untuk menunjang pertumbuhan tanaman sudah dilakukan
oleh petani dengan baik dan sesuai anjuran. Total nilai yang diperoleh 128 dari
nilai maksimal 152, sehingga presentasenya 81,58 %. Garis kontour
menunjukkan keterangan tingkat adopsi petani berada pada kategori baik.
Pemberian pupuk NPK (16-16-16) pada tanaman tomat menunjukkan tinggi
tanaman paling tinggi yaitu 30,30 cm pada umur 3 MST dan 77,95 cm umur 7
MST. Perlakuan tersebut juga menghasilkan jumlah buah paling banyak (14,25
buah/tanaman dan 1258,75 buah/petak) dan bobot buah yang tinggi pula
892,50 g/tanaman dan 77,63 kg/petak (Koswara, 2006). Hasil evaluasi dan
observasi melalui pengisian kuesioner oleh petani responden menjawab telah
memahami teknologi pemupukan dalam arti bahwa 100 persen petani telah
melakukan pemupukan, namun tingkat penerapan teknologi pemupukan masih
bervariasi.
i. Perlindungan Tanaman
Perlindungan tanaman ditujukan terhadap serangan hama dan penyakit.
Strategi perlindungan tanaman yang dianjurkan adalah pengendalian hama dan
penyakit secara terpadu, yaitu perpaduan antara pengendalian kultur teknis,
biologis (hayati), dan kimiawi yang dilaksanakan secara serasi. BeberapaSeminar Regional Inovasi Teknologi Pertanian, mendukung Program Pembangunan Pertanian
Propinsi Sulawesi Utara
Analisis Tingkat Pengetahuan Inovasi Teknologi
Budidaya Tomat Di Desa Permata
387
komponen dalam pengendalian hama dan penyakit secara terpadu ini belum
dilaksanakan sepenuhnya oleh petani. Hasil wawancara diketahui bahwa untuk
perlindungan tanaman didapatkan total nilai yang diperoleh 106 serdangkan
maksimum nilai yang dapat dicapai 152 sehingga pada kategori cukup dengan
persentase 69,74 %.
Penyebab rendahnya persentase kegiatan perlindungan tanaman
disebabkan petani belum mengetahui penyebab tidak sehatnya tanaman yang
dimungkinkan oleh hama, penyakit atau kekurangan hara.
j. Panen
Umumnya petani telah dapat menentukan umur tanaman dan ciri-ciri
visual tanaman terutama dalam penentuan umur panen tanaman. Hasil
wawancara diketahui keadaan kegiatan pemanenan hasil tanaman hortikultura
di desa Permata Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo adalah total nilai
yang diperoleh 127, maksimum nilai yang dapat dicapai 152 sehingga
persentase nilai 83,55 %
Berdasarkan hasil plot pada garis kontinum diketahui bahwa untuk
kegiatan pemanenan tanaman hortikultura, tingkat pemahaman petani adalah
baik dengan persentase 83,55 %. Hal tersebut disebabkan karena petani telah
mengetahui umur panen dan ciri-ciri visual dari buah tanaman hortikultura
tomat siap panen. Panen pada umur 90-100 HST dengan ciri; kulit buah
berubah dari warna hijaumenjadi kekuning-kuningan, bagian tepi daun tua
mengering, batang menguning, panen dilakukan pada pagi atau sore hari disaat
cuaca cerah. Tangkai buah tidak disertakan (terputus) dan panen dapat
dilakukan 2-3 hari sekali sampai 10-15 kali per musim tanam. Tingkat
pemahaman petani terhadap inovasi teknologi budidaya tomat dijelaskan pada
Tabel 4.
Tabel 4 memperlihatkan bahwa dari 10 komponen teknologi budidaya
tomat, petani memahami dengan kategori cukup pada komponen pemasangan
mulsa dan perlindungan tanaman. Hal ini disebabkan penggunaan mulsa pada
tanaman tomat belum dikenal secara luas sehingga pemahaman mereka
rehadap penggunaan mulsa bervariasi, Komponen teknologi lain yang memiliki
kategori cukup adalah perlindungan tanaman terutama pengendalian hama
penyakit, ini disebabkan pemahaman petani terhadap penyebab serangan
terhadap tanaman tidak dipahami baik disebabkan hama, penyakit atau
kekurangan hara sehingga pengendalian HPT juga kurang dipahami secara baik
oleh petani.Seminar Regional Inovasi Teknologi Pertanian, mendukung Program Pembangunan Pertanian
Propinsi Sulawesi Utara
Analisis Tingkat Pengetahuan Inovasi Teknologi
Budidaya Tomat Di Desa Permata
388
Tabel 4. Hasil evaluasi tingkat pemahaman inovasi petani responden terhadap
teknologi budidaya tanaman Tomat di Desa Permata, Kecamatan
Paguyaman, Kabupaten Boalemo.
No. Indikator
Nilai Total
yang
dicapai
Maksimum
nilai yang
dapat dicapai
Persentase Kategori
1. Penyiapan Benih 119 152 78,29 Baik
2. Cara Pembibitan 123 152 80,92 Baik
3. Pengolahan Lahan 130 152 85,53 Baik
4. Pembuatan bedengan 135 152 88,82 Baik
5. Teknik Pemasangan Mulsa 88 152 57,89 Cukup
6. Penanaman 135 152 88,82 Baik
7. Pemeliharaan 124 152 81,58 Baik
8. Pemupukan 128 152 84,21 Baik
9. Perlindungan Tanaman 106 152 69,74 Cukup
10. Panen 127 152 83,55 Baik
Rata-rata 121,50 152 79,93 Baik
Delapan komponen lain memiliki kategori baik menandakan petani
sudah memahami kedelapan komponen tersebut dengan baik, sehingga secara
keseluruhan pemahaman petani terhadap inovasi teknologi budidaya tomat
memiliki kategori baik dengan nilai persentase 79,93%.
KESIMPULAN
Untuk lebih dapat meningkatkan pemahaman petani tomat di Desa
Pertama, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo penyuluhan Budidaya
Tomat perlu difokus pada komponen pemasangan mulsa dan pengendalian
hama penyakit secara terpadu (HPT) mengingat pemahaman petani berkategori
cukup.
DAFTAR PUSTAKA
Bulu, Y.G., S.S. Hariadi, A.S. Herianto dan Mudiyono. 2009. Pengaruh Modal
Sosial dan Keterdedahan Informasi Inovasi Terhadap Tingkat Adopsi
Inovasi Jagung di Kabupaten Lombok Timur Nusa Tenggara Barat.
Jurnal Agro Ekonomi Vol 27 (1) hal 1-21.
Padmowihardjo, S, 2002. Evaluasi Penyuluhan. Universitas Terbuka, Jakarta.Seminar Regional Inovasi Teknologi Pertanian, mendukung Program Pembangunan Pertanian
Propinsi Sulawesi Utara
Analisis Tingkat Pengetahuan Inovasi Teknologi
Budidaya Tomat Di Desa Permata
389
Harist, A. 2000. Petunjuk Penggunaan Mulsa. Penebar Swadaya, Jakarta. hlm.
l 9-25.
Wardjito. 2001. Pengaruh penggunaan mulsa terhadap pertumbuhan dan
produksi Zuchini (Cucurbitae pepo. L). Jurnal Hortikultura Vol.11(4).
Koswara, E. 2006. Teknik Percobaan Beberapa Jenis Pupuk Majemuk NPK
Pada Tanaman Tomat. Buletin Teknik Pertanian Vol. 11 No. 1, 2006 hal
41-43