Jumat, 25 Juli 2014

Pejuang Nasib

                                                          Pejuang Nasib
By : Andreas Pandiangan

Mencari nafkash untuk hidup
melalui suka maupun duka
membuka mimpi yang kian tertutup
hendak mencapai akhir yang bahagia

Bertualang di kota orang
banyak kisah jadi cerita
tak heran lapar sering menyerang
menahan sakit jadi derita

Lelah dibenak tak jadi masalah
satu impian bisa berkarya
ku yakin nasib buruk akan kalah
mencapai masa depan jadi kaya

Satu detik yang lalu jadi cerita
cerita sekarang jadi kenangan
luka yang lalu akan terlupa
bersama doa yg dipanjatkan

Tak begitu banyak yg di mau
hanya demi gelar sarjana
berat dijalan ku tak ragu
ayah dan ibu akan bahagia

Tak semudah jalan mereka
seakan harapan telah raib
melawan segala rasa sengsara
inilah aku pejuang nasib

Minggu, 06 Juli 2014

Dalam Cinta


Dalam Cinta
By : Andreas Pandiangan

Bertemu di jalan yang sama
Berpisah diwaktu yang berbeda
Bila jarak telah bicara
Rasa luka itu akan segera tiba

Buka hati tutup luka
Kisah lama tinggal cerita
Banyak lara juga tawa
Pengalaman dalam kisah cinta

Menatap kisah para kelana
Tak kenal lelah demi sebuah cita
Tak perlu meratapi tentang luka
Akan terbiasa dalam lara

Menyadari inti dari semua
Punya cerita penuh makna
Perlahan raga akan menua
Semakin kuat dalam cinta


Retak Jiwa



Retak Jiwa
By :Andreas Pandiangan
Gemuruh suasana langit disana
Mendebar suasana di dalam hatinya
Bersambut angin yang kencang
Berlalu sudah waktu bersenang

Berjuta kisah darinya
Selamanya ada dalam cerita
Tak mudah melepas pergi
Berharap tetap untuk disisi

Saat hujan membasahi bumi
Ku sadari semua memang harus pergi
Dia telah pergi jauh
Bersambut oleh suara gemuruh

Sang khalik memanggilnya
Hati tersiksa menahan duka
Apa yang pernah mereka lakukan
Tak sebanding dengan jasa darinya

Hujan perlahan mulai berlalu
Bunga mekar di tempat tidurnya
Tidurlah dengan penuh damai

Semua tentang mu ku lantunkan kini

Selasa, 01 Juli 2014

Catatan Si Bro Mengejar STP Part II

PART II
           

           
            Memasuki tahap keseriusan diperkuliahan yakni semester lima. Semester ini harus lebih giat bukan game lagi namun belajar, bawa buku dengan semua isinya yang menjadi peralatan tempur membantai semua dosen, mulai lagi nih game nya. Hehe, gak ah Cuma intermaizo ajanya. Saat memasuki semester enam ada yang namanya suatu kepengurusan baru dibidang pemerintahan Fakultas Pertanian yakni Badan Esekutif Mahasiswa. Disini saya terpanggil untuk bergabung menjadi pemerintah di bidang minat dan bakat, dan saya berada di kursi ketua departemen seni, wow agak ngeri gitu yah di bidang seni.
            Perasaaan pertama kali bergabung, belum ada taste untuk serius. Karena juga kurang pengalaman dalam menjalankan sutau roda pemerintahan, yang biasanya sangat sibuk akan semua tugas2 dari kepengurusan. Hari pertama rapat, dengan semangat mengikuti rapat umum BEM, ini adalah saat yang sangat membosankan didalam hidup ku. Dengan terpaksa aku mengikuti rapat yang membahas entah apa2semua dibahas. Pusing lapan kelilling rapat yang tak menyenangkan. Hingga akhirnya didapat hasil bahwa departemen saya harus membentuk paduan suara dan juga seni tari.
            Mantap….menjalankan semua perintah yang diberikan. Akhirnya saya bersama staff yang cakep2 membuat garis kordinasi untuk merekrut para pasukan(mula igame lagi, hehe biar jangan bosan aja bacanya). Berhari-hari dan berminggu2 akhirnya terbentuklah paduan suara yang diberi nama Agri Choir dan Seni Tari yang diberi nama Agrita. Suatu grup yang sangat membangun di FAPERTA, karena selama ini belum pernah ada yang namanya Paduan Suara dan juga Seni Tari.Hal baru dan juga merupakan tanggung jawab yang besar, karena tidak mudah untuk membangun sebuah hal yang baru.
            Berdasarkan dari pengalaman akhirnya dapat mengumpulkan para pasukan paduan suara  yang secara langsung saya handle, dengan latihan pertama. Dari latihan pertama saya sudah mendapatkan sesuatu yang amazing akan lahir dari ini(rada2 penerawang J). Latihan berlangsung dengan baik dan tenang. Lambat laung suara sudah menyatu dan sudah mantap untuk menampilkan kehebatan.
            Show pertama pada penutupan Dekan Cup III, dengan modal yang baik untuk tampil akhirnya saya memasukkan Agri Choir untuk membuka acara penutupan Dekan Cup III. Memang hanya menyanyikan satu lagu saja, namun rasanya sudah sangat berat dikarenakan ini merupakan inovasi baru di Faperta. Dengan memberi motivasi pada pasukan, akhirnya tibalah penampilan dari tim paduan  suara. Saat pertama maju, saya mengamati dari belakang sembari merekam penampilan pasukan saya. Semangat penuh semangat mereka bernyanyi, hati saya sangat bangga karna telah melahirkan suatu tim yang belum pernah ada dan hasilnya sangat mengagumkan.
            Hmmm, itu adalah penampilan pertama dari Agri Choir namun Agrita belum tampil. Beberapa waktu kemudian ada undangan dari seminar nasional untuk mengisi acara yakni pada pembukaan. Dengan cepat saya mengatur jadwal latihan dari tim tari dan tim padus, walau waktu yang sangatlah mepet akhirnya tim sudah mapan. Ini adalah hal terbaru lagi mengisi acara di seminar nasional bersama Faperta Unri. Waktu acara sudah tiba dan sangat disayangkan para pasukan dari padus masih ada yang belum hadir, dengan terpaksa posisi dari anggota yang tidak hadir digantikan oleh saya dan juga staff saya.
            Show time, dengan sedikit ragu karna belum ada latihan hanya mendengar saja saat latihan saya memasuki ruangan dan naik ke panggung. Di ruang seminar semuanya berisikan orang2 yang bernama besar (you know lah)  diantaranya dosen2 saya sendiri, keraguan semakin tinggi namun dengan prinsip yang kuat tak ada semua2 itu(HEHE) saya memantapkan untuk bernyanyi, dan wow sangat awesome penampilan yang diakhiri dengan tepuk tangan yang meriah, sangat membanggakan. Selanjutnya dari pasukan saya yang satu lagi yakni tim tari dengan tari persembahan, wow ini sangat2 perfect kedua tim yang saya pegang mendapat aplaus yang sangat menakjubkan.

            Tak terasa perut pun sudah keroncongan mendengarkan segala ocehan2 seminar nasional. Lama betul lah makan ini bah, tak pengertian kali pun. Sambil jalan2 turun kelantai bawah hotel, saya mendapati restaurant yang memang sudah di boking oleh seminar. Langsung saja saya masuk dan melihat begitu banyaknya hidangan tersaji, wew dengan rakus saya memasukkan semua makanan ke piring. Ada ayam, rending, ikan, tahu ada2 aja, hahaha makan sepuas2nya. Saat sedang menikmati makanan, baru saya sadari bahwa hanya saya sendiri yang sedang makan direstaurant ini. Selera makan berkurang, dengan melirik2 kiri dan kanan kok pada sunyi gini yah. Tanpa menikmati makanan, semua makanan asal masuk saja. Setelah habis langsung menuju ruang rapat, belum sampai keruang rapat tiba2 semua orang udah turun mau makan ke restaurant. Waduh pikir saya, tersentak saat mendengar panggilan dari staff tari yang cantik J. Ayo pak andre ikut sama saya makan dibawah, ntar kita suap2an. Mampus pikir ku, tak tau dia kalau perut dah buncit gini. Saya pun dengan segan menolak ikut kemeja yang sama  namun hanya mengambil soft drink. Saat menikmati minuman saya, staaf bertanya bapak kenapa gak makan, dengan terbatah2 saya menjawab bosan makan di hotel. Hahaaha, ketawa dari staff saya karna mendengar perkataan yang baru terucap.

CATATAN SI BRO MENGEJAR STP

CATATAN SI BRO MENGEJAR STP
bY: AP
# cerita ini pengalaman seorang pria menjalani hidup diperkuliahan, sampai saat ini sih masih kuliah, dari pengalaman dan hal2 apa aja yg terjadi dihidupnya saat kuliah tersurat disini. Cerita ini sih masih bersambung, katanya tamat yah kalau STP nya udah tamat. Hehe J


            Catatan ini dimulai dari sini, daftar ulang masuk perguruan tinggi negeri yg terkenal gitulah di suatu wilayah. Hmmm, waktu ngantri begejibun gitu orang kaya lagi nunggu sembako dari pemerintah. Berjam2 menanti giliran untuk daftar ulang doank, gawat abis. Hmmmm, setelah hampir 5 jam dengan perut keroncongan giliran pun muncul,pas lagi mau masuk kepintu dihentikan oleh satpam dan terjadi Tanya jawab. Kamu tau gak ini tempat apa? Tanya satpam, ini tempat daftar ulang kan pak! Jawab saya. Kamu harusnya menggunakan sepatu untuk masuk kesini, jawab satpam. Dengan kesal saya berkata, saya jauh2 dari medan datang ketempat ini untuk daftar ulang namun dihentikan hanya karna sepatu?, anda pikir saya tidak mengorbankan waktu saya hanya untuk daftar ulang. Dan satpam akhirnya marah, nama kamu siapa? Masih lagi baru mau daftar ulang kamu udah Bengal begini. Dan saya menawab, bukan urusan kau. Kaunya satpam tapi dah belagu kaya tentara aja kau. Mendengar keributan, akhirnya pegawai menghampiri dan bertanya hal apa yang diributkan, dan saya menceritakan segala hal yang memungkinkan saya bias daftar ulang saat itu juga. Dengan penuh pertimbangan dikarenakan sepatu saja saya akhirnya masuk juga.
            Ribetnya bukan main, masih daftar ulang saja sudah begini jadinya. Perkuliahan dimulai, perkenalan dengan teman-teman sejurusan yang penuh dengan tanda Tanya. Nama kamu siapa, tinggal dimana, dari mana, udah rasa2 mau masuk di TV neh ditanyain wartawan, hahaaha. Seminggu dari perkuliahan ada yang dinamakan kewajiban mahasiswa baru yang harus mengikuti yang namanya BAKSO eh salah BAKSOS. Entah apa2pun itu, kalau gak ikut ntar dihajar sama senior katanya. Alamak, takut juga awak bah tapi dikit aja sih, ehehehe. Hari pertama Baksos, disuruh baris, lari, lompat, semuanyalah yg ntah apa dikerjakan dari komandan2 itu. Hari ke dua Baksos: ini adalah hari yang paling membahagiakan di hidup saya, diOspek komandan satuan kos2an sampai pagi, lanjut lagi dibantai komandan2 kampus tanpa ada hantinya. Asik banget, sampai2 tak tau lagi rasanya dibentak-bentak karena sudah terbiasa.
            Lambat laun semua berjalan lancer dengan mengikuti semua kuliah, biasalah anak baru masih suka kupu2, bukan kupu2 yg terbang. Tapi kuliah pulang2 tiap hari, ntah ngapaen ajalah dikampus ini. Enakan lagi maen game tiap hari. Dan itulah hal yang membuat saya mulai bosan, tiap malam main game sampai jam 4, tidur sampai jam 7 kuliah lagi sampai sore. Tidur sampai jam 8, main game lagi. Hoammmm, tiap hari gitu2 aja. Hingga akhirnya ujian pun tiba, dan aku yang dengan ilmu seperampat pun tak sampai was2 dala ujian. Matilah situ, fikir ku. Tapi, saat habis ujian dengan nilai yang hmm, cauka banget rasanya nyumpahin semua dosen, matilah kalian dosen2 pelit. Dah awak yang bayar kalian, kalian buat pula nilai ku jelek. Tak tau diri juga yah aku ni. J
            Semester dua lebih giat lagi, tapi lebih giat main gamenya. Haha, kuliah tak bergunanya itu semua. Dan, akhirnya duit menipis, dalam hidup baru terasa satu hari gak makan nasi, biasanya uang lebih2 sekarang menjadi kurang2 duit. Terpaksa kembali kekampus, dengan keadaan terpaksa bawa buku satu pena satu mulai belajar. Tahap demi tahap akhirnya bawa buku satu tas, tapi tas kawan dan buku kawan. Hehe, pemalas atau bodoh yah tapi entahlah. Teringat pesan dari bonyok, boleh jadi orang bandal tapi jangan jadi orang bodoh. Hmmm, kalau dipikir2 bener juga yah. Tiap hari kuliah, kuliah dan kuliah. Baru aku tau rasanya kuliah itu apa, sakit minta ampun apalagi saat praktikum yang sungguh2 sangat2 membosankan

Disini

Disini

By : Andreas Pandiangan 
Disini, semua bermula dijalan ini
Jalan yang menemukan antara kau dan aku
Mungkin ini hanya sesaat
Namun tak mengapa karna kita mengenal roda hidup

Lihatlah aku disni,
Akan tetap menjaga mu dari tempat ku ini
Menahan rasa kecewa saat kau tak ingin,
Namun aku yakin akan terbiasa
Akan terbiasa untuk di lakukan seperi yang kau mau

                                         Kau akan tahu kian hari nanti           
                                   Awan akan gelap tak seccerah dahulu        
Dan kau akan sadari bahwa kian hari nanti
Hati ku pada mu, tak seindah dahulu
Disaat bersama mu

Saat itulah sesal merasuk kedalam dada,
Dan saat ini hanya berkata itu Cuma nanti

Karna belum saat ini, dan saat inilah yang mengukir nanti