Rabu, 29 Oktober 2014

DIA

DIA

By : AP

DIA adalah cahaya bagi ku
menerangi jalan ku yg gelap
tak sedetikpun dia pergi
mampu mengalahkan mentari

DIA bukan suatu benda
Bukan juga suatu rupa
tak terlihat namau terasa
jauh namun terasa dekat

DIA bermainkan musik yang indah
memulai nada dengan C#m-nya
yakni sebuah nada amarah
yang berakhir dengan dengan B-aik

DIA tidak sedang berpetualang
hanya saja aku yang tak sadar
manis senyumnya membangun semangat
membuat raga kembali bangkit

DIA tak akan pernah pergi'
walau dia mencoba dia tidak
aku yakin pedusi yang ku nantikan
adalh DIA yang terindah

Kamis, 23 Oktober 2014

Iya Bukan Mungkin

Iya Bukan Mungkin
By : Andreas Pandiangan

Dalam gelapnya malam ada sang rembulan bersinar
Walau tak begitu terang dia tetap bersinar
Dalam terangnya siang ada sang mentari berijar
Walau jauh dilangit dia tetap berpijar

Ibarat hidup ini seperti mereka
tak berhenti walau peluang kecil
sama seperti roda hidup
harus tetap berjalan meski jauh

untuk apa mengeluh dan menyesal
ada luka ada obatnya
setiap masalah ada sebab
akhir masalah ada kisah

Hidup ini adalah hikmat
untuk apa saling menghina
indah terasa bila tetap bersama
meraih mimpi bukan belaka

Membuat percaya itu tidak mudah
namun sadarlah bahwa ada pepatah
berbahagialah yang tak melihat namun percaya
Iya bukan mungkin

Rabu, 15 Oktober 2014

Jalan Hidup Soe

By :  Andreas Pandiangan

bersemayam ditengah damai
menutup mata sembari berdoa
sampaikan kah ini terjadi
tak kunjung lepas dari derita

problematika yang semakin marut
tak ada tempat untuk mengadu
semua menua dan semua larut
membawa lara didalam kalbu

Tuhan mengapa ini harus terjadi
bahagia sedikit duka bergulit
tak ingin dalam hidup berjudi
sabda yang ku baca menjadi penguat

bukan cerita lama aku terjatuh
dan bukan cerita baru aku bangkit
terlihat sinar surya yang jauh
ku tetap mencari diatas langit

mimpi yang masih banyak'
tidur yang tak lengah
bangkit dari rasa sesak
bangun semua dengan amanah

semua adalah roda dari hidup
aku percaya Tuhan turun tangan
kasih-Nya nenyertai rejeki yang tertutup
ada cinta dan damai untuk berjalan
Detak Detik Terik

By : Andreas Pandiangan

dikala mentari mulai bersinar
hati ku berirama seperti biola
beriring saat lengkapnya sang senar
semua nada yang terdengarbergelora

dikala terik mulai mentari tinggi
menyengat tubuh dan terasa panas
perlahan nada itu mulai tinggi
menyatakan dunia yang semakin keras

seketika mentari telah redup
sinar di depan mulai hilang
seakaan semua harap telah tertutup
tak ada keberhasilan yang gemilang

mentari hilang di balik bulan
tak ku sangka masih ada cela
kini biola semakin menawan
menandakan aku masih ada