Kala itu kita masih satu,
Satu dalam cinta tertawa bahagia bersama,
Seakan waktu yang penentu untuk bersama.
kita habiskan sisa waktu yang ada
agar kelak terkenang
saat itu aku belum bisa memami Cinta
aku bagaiakan seorang kelana dipenghujung muda
yang tak pernah pasti apa yang ku cari,
hingga ku lupakan dirimu
saat itu aku mulai tahu siapa kita
lambat laung sang waktu yang bergeser
kini telah jadi penentu untuk kita
kau telah pergi jauh tinggalkan ku
saat itu aku mengerti arti kehilangan
ku coba hapuskan sedih di hati,
ku jalani kisah dengan yang lain,
namun baru ku tahu tak ada yang seperti mu
tulus, setia, seakan selamanya dengan ku tapi aku tak tahu
saat itu aku sadar membutuhkan mu
bertahun yang ku lalui tanpa mu sangat berat,
berbagai cara ku coba meminta mu kembali,
tapi yang ku dapati kau mengabaikan ku,
seperti aku adalah duri yang paling menyakitkan,
kau tak pernah menanggai ku
saat itu aku ingin menyerah
satu pesan yang ku terima dari mu,
forget me....
itu adalah kata yang kau berikan setelah lama aku menunggu
entah apa yang ku rasakan,
seakan hati ku tak rela menghapus mu dalam ingatan ku
saat itu aku belajar melupakan mu
namun setelah lama ku coba,
aku sadar aku tak perlu belajar untuk melupakan mu,
kau bagaikan nafasku yang telah hilang,
kini membutuhkan mu untuk kembali
saat itu aku mampu menghadapi semua
kini aku akan mengenang masa itu.
Aku selalu berdoa pada Tuhan agar kembalikan dirimu,
Tak hanya memaafkan ku namun kembali pada ku,
Seperti mentari yang kembali terbit setelah kegelapan
Aku percaya bahwa kegelapan itu akan enyah
Saat ini aku berjanji akan selalu memegang semua kata-kata mu
dari pesan yang kau sampaikan lewat tinta hitam
hingga ucapan mu
jangan minta aku melupakan mu karena hal itu lebih sulit ku lakukan dari melepaskan nafas raga ini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Jika ada komentar dipersilahkan, namun harap menggunakan kata-kata yang sopan